Rabu, 19 Maret 2014

Priaku (sebut saja fadhil)

Skali lagi aku mau nanya..

Priaku,
Sudah bolehkah aku memanggilmu seperti itu?
Sudah bolehkah aku menggenggam tanganmu tanpa harus merasa malu-malu didepan teman-temanmu?
Sudah boleh kah akumeminta ketemuan tanpa harus merasa ragu kalau-kalau kamu takkan setuju?
Sudah boleh kah aku menjadikanmu pelengkap nafasku?
Sudah bolehkah aku  mengaku kalau aku terlalu luluh dengan segala perlakuan manismu?
Jika padamu akhirnya hati ini dititipkan, aku berharap lebih dulu lulus untuk menjaga hatimu.
Aku berharap lebih dulu bisa dipercaya saat duniamu penuh dengan kecewa.
Aku berharap lebih kuat untuk menguatkanmu di hari-hari yang berat.
Aku berharap bisa menjadi perempuan terbaik yang bisa menemanimu melewati hari-hari terburuk sekalipun.
Aku berharap tetap akan menjadi seseorang yang kau cintai dengan cara-caramu yang sederhana.
Aku berharap kita akan selalu seperti ini,,
Kamu adalah sesuatu yang pernah kusangkal, pun tak kusangka-sangka adanya, namun kini terasa di dalam hati begitu kekal.
Kamu tahu bahwa waktu akan selalu berputar, tapi semoga tak satupun rasa akan memudar.
Tidak ada yang lebih membahagiakan selain dicintai oleh orang yang kita cintai, kan?
Dan hari ini adalah saksi saat kebahagiaan itu berluap-luap terproduksi oleh hati, karena sesederhana itu kamu ada disini.
Pesanku hanya satu, jangan lupa berterima kasih kepada Allah karena kita telah dipertemukan dan dipersatukan ya.
Aku mencintaimu, priaku.
Cintailah aku dengan sederhana, dengan caramu yang diluar logika, dengan ketulusan hatimu. Itu sudah lebih dari cukup.

Dari wanitamu =)

1 komentar:

Fadhyl Lubis mengatakan...

Sumpah gue melting beeuuddd bacanya, makasih ya sygku