Rabu, 20 Juni 2012

hanya sebuah puisi

Hosted on Photoserver.ws
Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu


Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan

Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja

Seakan-akan sosokmu nyata

Menjelma menjadi pahlawan kesiangan

Yang merusak kebahagiaan



Dalam kenangan

kau seret aku perlahan

Menuju masa yang harusnya aku lupakan

Hingga aku kelelahan

Hingga aku sadar

bahwa aku sedang dipermainkan



Inikah caramu menyakitiku?

Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku?

Apa dengan melihat tangisku

itu berarti bahagia buatmu?

Apa dengan menorehkan luka di hatiku

berarti kemenangan bagimu?



Siapa aku di matamu?

Hingga begitu sulit kau melepaskanku dari jeratanmu



Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia?

Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan?

Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti mainan?

Kapan kau ajari aku kebebasan?



Ajari aku caranya melupakan!

Meniadakan segala kecemasan

Meniadakan segala kenangan



Nyatanya derai air mataku

Hanya disebabkan olehmu



Ajari aku caranya melupakan

Sehingga aku lupa caranya menangis

Sehingga aku lupa caranya meratap

Karena aku selalu kenal air mata



Aku hanya ingin tertawa

Sehingga hati aku

mati rasa akan luka

yap mulai dari NOL :D

Hosted on Photoserver.ws
Pasti penasaran kenapa harus mulai dari NOL?
gak mulai dari satu atau dua tiga dst ??? yappp...
. Nol itu berarti mulai dari awal banget
Aku pengen memulai semuanya dengan sstu yg baru ibaratnya
 klo kertas putih mau dtulis wah pasti semangat buat nulisnya tapi
 klo kertasnya banyak coretan udah males liatnya apalagi buat nulisnya hhe
untuk mengawali hari in :D aku mintaa maaf ya :) mulai dari awal lagi :)
 dari nol dengan mimpi2 dan cita2 yg buat semangat hehe
KEEP FIGHT

Sabtu, 12 Mei 2012

BAHAGIA ITU

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus. Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah. Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomorsatukan. Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan nomor satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain. Kebahagiaan bersumber dari dalam diri kita sendiri. Jikalau berharap dari orang lain, maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati. Kita akan bahagia bila kita bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain. Percayalah kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati. Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang. Hosted on Photoserver.ws

JIKA

Jikalau derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Lalu mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa, Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti … Jikalau kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa tidak dinikmati saja, Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa … Jikalau luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa, Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama … Jikalau kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa, Sedang menahan diri adalah lebih berpahala … Jikalau kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya, Sedang taubat itu lebih utama … Jikalau harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri, Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya … Jikalau kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia, Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera … Jikalau cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama, Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti … Jikalau bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti dirasakan sendiri, Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna … Jikalau hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka, Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta … Suatu hari nanti,Saat semua telah menjadi masa lalu Aku ingin ada di antara mereka Yang bertelekan di atas permadani Sambil bercengkerama dengan tetangganya Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu Hingga mereka mendapat anugerah itu … Hosted on Photoserver.ws