Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia
Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya
Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi
Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli,
Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan…
Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia.
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu
Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu
Jangan menunggu proyek, baru bekerja.
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu
Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.
Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai
Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.
Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.
Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti
Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
Jangan menunggu bisa, baru melakukan.
Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti
Seribu kata akan dikalahkan Satu Aksi Nyata
Sabtu, 15 Desember 2012
Jangan:D
Diposting oleh Maya Puspita Sari di 22.42 1 komentar
Kisah Cinta Langit dan Laut
Dahulukala, langit dan laut saling jatuh cinta.
Mereka
saling menyukai di antara satu sama lain.
Oleh sebab sangat sukanya laut
terhadap langit, warna laut sama dengan warna langit.
Oleh sebab sangat
sukanya langit terhadap laut, warna langit sama denga warna laut.
Setiap
senja datang, si laut dengan lembut sekali membisikkan kata-kata “Aku
Cinta Padamu” ke telinga langit.
Setiap kali langit mendengar bisikan
penuh cinta laut terhadapnya, langit tidak menjawab apa-apa, hanya
tersipu-sipu malu dengan wajah kemerah-merahan.
Suatu hari, datanglah
awan.
Melihat kecantikan si langit, awan terus jatuh hati terhadap
langit, bak cinta pandang pertama. Tetapi tentu saja langit hanya setia
mencintai laut.
Setiap hari, langit hanyamau melihat laut saja.
Awan
berasa sedih tetapi ia tidak berputus asa mencari cara dan akhirnya
mendapat satu akal. Awan mengembangkandirinya seluas dan sebesar mungkin
serta menyusup ke tengah-tengah di antara langit dan laut.
Ia berusaha
menghalangi pandangan langit dan laut terhadap satu sama lain.
Laut
berasa marah karena tidak dapat melihat langit.
Laut mengeluarkan
gelombangnya untuk mengusir awan yang mengganggu pandangannya. Tetapi
tentu saja usahanya tidak berhasil.
Lalu datanglah angin yang sejak dulu
mengetahui hubungan cinta langit dan laut.
Angin berasakan perlu
membantu langit dan laut menyingkirkan awan yang mengganggu hubungan
mereka yang sekian lama terjalin.
Dengan tiupan keras dan kuat, angin
meniup awan.
Lantas terpecah-pecahlah awan menjadi berserakan ke banyak
bagian, sehingga ia tidak berusaha lagi melihat langit dengan jelas dan
tidak mampu lagiuntuk mengungkapkan perasaannya terhadap langit.
Kerana
rasa tersiksa menanggung perasaan cinta yang menggunung tinggi terhadap
langit, awan menangis sedih.
Hingga sekarang, kasih antara langit dan
laut tidak dapat dipisahkan
. Kita juga dapat melihat di mana mereka
menjalin kasih.
Setiap kali memandang ke ujung laut, di mana ada garisan
horizon yang menemukan langit dan laut, di situlah mereka sedang
berpacaran.
Diposting oleh Maya Puspita Sari di 15.02 0 komentar
Ilmu sedekah
setiap mengamalkan segala sesuatu
,jangan pernah berharap ” Kapan kembalinya “,
tapi teruslah berdoa dan memohon agar hidup kita di beri keberkahan.
Ya mari kita belajar Ilmu sedekah, mengamalkan sedekah ...
insya allah,bismillah semangat !!!!
Diposting oleh Maya Puspita Sari di 14.56 0 komentar
Minggu, 18 November 2012
Jangan Bertanya
Jangan bertanya kepada matahari, ia hanya akan menjawabmu dengan
angkuh, sambil menyoroti matamu dengan sinarnya, ya, juga menyengat
tubuhmu dengan panasnya..
Jangan mengatakan, “Apa kabar?” kepada bulan,
Ia hanya akan mengacuhkanmu, tanpa tersenyum sedikitpun ke arahmu.
Apalagi menanyakan kabar kepada pelangi, yang walaupun indah, ia pun
tak akan menjawabmu dengan sepatah kata.. Warnanya juga memudar
seketika, hanya, pemuas mata sekejap.
Jangan bertanya kepada bintang-bintang,
Ya, walau jumlahnya bermiliaran, mereka hanya menjawabmu dengan
kerlipan.. Kerlipan yang siapapun tak tahu artinya kecuali Tuhan..
Jangan pula bertanya kepada lautan,
Teriakanmu hanya akan ditelannya. Awalnya ombak akan menerjang suaramu,
dan lama-kelamaan terbawa arus hingga ke tengah samudera..
Apa? Kau ingin bertanya kepada awan-awan?
Coba tanyakan ke mana angin akan membawa mereka, apa mereka bisa menjawab?
Ya, mereka hanya bisu, menunggu kapan mereka sampai di tujuan..
Kepada halilintar apalagi.
Ia hanya akan menjawabmu dengan teriakan keras disertai kilatannya yang
terang, yang hanya akan membuat engkau lupa pada pertanyaanmu sendiri.
Tapi bertanyalah kepada Tuhan, ya, walaupun jawabannya tak langsung
kau dengar, tapi ingatlah, Ia selalu memberi engkau jawaban terbaik.
Diposting oleh Maya Puspita Sari di 03.19 1 komentar
