Sabtu, 15 Desember 2012

Jangan:D

Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.Tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia

Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya

Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi

Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli,

Tapi pedulilah dengan orang lain! maka anda pasti akan dipedulikan…

Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia.

Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu

Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.

Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu

Jangan menunggu proyek, baru bekerja.

Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu

Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.

Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai

Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.

Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.

Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.

Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.

Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu

Jangan menunggu bisa, baru melakukan.

Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti

Seribu kata akan dikalahkan Satu Aksi Nyata


Hosted on Photoserver.ws

Kisah Cinta Langit dan Laut

Dahulukala, langit dan laut saling jatuh cinta. 
Mereka saling menyukai di antara satu sama lain. 
Oleh sebab sangat sukanya laut terhadap langit, warna laut sama dengan warna langit. 
Oleh sebab sangat sukanya langit terhadap laut, warna langit sama denga warna laut.
Setiap senja datang, si laut dengan lembut sekali membisikkan kata-kata “Aku Cinta Padamu” ke telinga langit. 
Setiap kali langit mendengar bisikan penuh cinta laut terhadapnya, langit tidak menjawab apa-apa, hanya tersipu-sipu malu dengan wajah kemerah-merahan. 
Suatu hari, datanglah awan.
 Melihat kecantikan si langit, awan terus jatuh hati terhadap langit, bak cinta pandang pertama. Tetapi tentu saja langit hanya setia mencintai laut.
 Setiap hari, langit hanyamau melihat laut saja. 
Awan berasa sedih tetapi ia tidak berputus asa mencari cara dan akhirnya mendapat satu akal. Awan mengembangkandirinya seluas dan sebesar mungkin serta menyusup ke tengah-tengah di antara langit dan laut. 
Ia berusaha menghalangi pandangan langit dan laut terhadap satu sama lain.
Laut berasa marah karena tidak dapat melihat langit.
 Laut mengeluarkan gelombangnya untuk mengusir awan yang mengganggu pandangannya. Tetapi tentu saja usahanya tidak berhasil. 
Lalu datanglah angin yang sejak dulu mengetahui hubungan cinta langit dan laut. 
Angin berasakan perlu membantu langit dan laut menyingkirkan awan yang mengganggu hubungan mereka yang sekian lama terjalin.
Dengan tiupan keras dan kuat, angin meniup awan. 
Lantas terpecah-pecahlah awan menjadi berserakan ke banyak bagian, sehingga ia tidak berusaha lagi melihat langit dengan jelas dan tidak mampu lagiuntuk mengungkapkan perasaannya terhadap langit.
 Kerana rasa tersiksa menanggung perasaan cinta yang menggunung tinggi terhadap langit, awan menangis sedih. 
Hingga sekarang, kasih antara langit dan laut tidak dapat dipisahkan
. Kita juga dapat melihat di mana mereka menjalin kasih. 
Setiap kali memandang ke ujung laut, di mana ada garisan horizon yang menemukan langit dan laut, di situlah mereka sedang berpacaran.

Hosted on Photoserver.ws

Ilmu sedekah

setiap mengamalkan segala sesuatu
,jangan pernah berharap ” Kapan kembalinya “,
tapi teruslah berdoa dan memohon agar hidup kita di beri keberkahan.
Ya mari kita belajar Ilmu sedekah, mengamalkan sedekah ...
insya allah,bismillah semangat !!!!




Hosted on Photoserver.ws

Minggu, 18 November 2012

Jangan Bertanya

Jangan bertanya kepada matahari, ia hanya akan menjawabmu dengan angkuh, sambil menyoroti matamu dengan sinarnya, ya, juga menyengat tubuhmu dengan panasnya..
Jangan mengatakan, “Apa kabar?” kepada bulan,
Ia hanya akan mengacuhkanmu, tanpa tersenyum sedikitpun ke arahmu.
Apalagi menanyakan kabar kepada pelangi, yang walaupun indah, ia pun tak akan menjawabmu dengan sepatah kata.. Warnanya juga memudar seketika, hanya, pemuas mata sekejap.
Jangan bertanya kepada bintang-bintang,
Ya, walau jumlahnya bermiliaran, mereka hanya menjawabmu dengan kerlipan.. Kerlipan yang siapapun tak tahu artinya kecuali Tuhan..
Jangan pula bertanya kepada lautan,
Teriakanmu hanya akan ditelannya. Awalnya ombak akan menerjang suaramu, dan lama-kelamaan terbawa arus hingga ke tengah samudera..
Apa? Kau ingin bertanya kepada awan-awan?
Coba tanyakan ke mana angin akan membawa mereka, apa mereka bisa menjawab?
Ya, mereka hanya bisu, menunggu kapan mereka sampai di tujuan..
Kepada halilintar apalagi.
Ia hanya akan menjawabmu dengan teriakan keras disertai kilatannya yang terang, yang hanya akan membuat engkau lupa pada pertanyaanmu sendiri.
Tapi bertanyalah kepada Tuhan, ya, walaupun jawabannya tak langsung kau dengar, tapi ingatlah, Ia selalu memberi engkau jawaban terbaik.


Hosted on Photoserver.ws