Selasa, 27 September 2011

Dear Progesteron,

Surat ini aku tulis khusus untukmu, yg sedang bersemayam dalam siklus premenstruasi dalam tubuhku :)

Salam kenal, Ms. P ! Meski dirimu telah hadir sejak umur puberku, tapi aku baru mengerti tentang hadirmu beberapa bulan terakhir sejak aku baca lebih detail tentang siklus tubuh perempuan. Aku baru paham tentang pengaruhmu pada fisik dan emosiku. Tapi tenang saja, surat ini bukanlah surat untuk menuduhmu atas sifat-sifatku yang labil, tapi surat ini adalah proposal kerjasama. :)

Kau tahu P, setiap kali kau datang selalu ada tanda-tanda khusus yg mulanya aku tidak terlalu peduli. Nyeri-nyeri ringan diperut, tekanan darahku yang menurun, nyeri di tulang punggung dan pinggang, dan nyeri-nyeri disana P, iya disana! tak perlulah aku tulis disurat ini ya. :D

Lebih lagi, setiap kau datang jiwaku seperti roller coaster P, naik turun! Seolah-olah kau datang bersama sahabatmu bernama insecure yang membuatku selalu khawatir pada hal-hal yang mungkin tak perlu. Temenmu si insecure itu sering nakal menggoda otakku untuk selalu negatif dengan sekitarku P, hu uh :( Ada saja pikiran aneh dan curiga yang dia bawa dan membuatku merasa khawatir, sangat khawatir malah, dan bisa membuat dadaku ngilu gak karuan.Dulu, kalau sudah kayak gini, aku jadi bingung banget P, rasanya pingin marah-marah, bete mendadak, diem bahkan bisa jadi nangis. Sering, aku jadi nyalahin orang lain padahal kalau dipikir-pikir mereka ga ada salah apa-apa kok P. Lebih seringnya lagi, aku jadi sering nyalahin diriku sendiri P, fokus pada kekuranganku, kejelekannku, kesalahanku. Aku jadi merasa gak nyaman dengan diriku. :(

Gak cuma insecure P, ada temenmu yang suka nimbrung juga kalo kamu lagi datang. Namanya, moody. Wah,, kadang aku kerepotan juga kalau yang satu ini datang. Kerjaan jadi ga beres-beres, kadang hubungan ke temen jadi gak lancar juga. Dan sedihnya, ini juga ngaruh ke ibadahku. (astagfirullah) :(

……………

P,

Kau tahu, setelah aku baca banyak tentangmu di buku aku jadi lebih tenang. Maaf ya, selama ini aku cuma menganggapmu masalah. Padahal aku tidak akan tahu yang positif jika tidak pernah mengalami yang negatif. Aku tidak akan pernah mengenal rasa nyaman kalau tidak berkenalan dengan ketidaknyaman. Terima-kasih karena kau mengajariku semua itu P! :)

Kamu lah yang membuatku lebih sensitif dan peka dengan sekitarku, kamu jualah yang membuatku lebih peduli dengan kesehatan tubuhku. Mengajakku minum susu dan buah untuk asupan kalsium dan vitamin saat kau datang. Melarangku begadang dan menjaga waktu tidurku. Menghaluskan perasaanku.

P,

Surat ini aku tulis sebagai proposal kerjasamaku denganmu. Hari ini sudah hampir seminggu kau hadir lagi di tubuhku. Dan gejala-gejala fisik dan emosi itu sedang datang lagi. termasuk si insecure & moody. Terlebih lagi semalam. Fajar ini, setelah merenung banyak aku memutuskan untuk menulis surat ini P. Mulai hari ini aku ingin berubah lebih baik P. Aku tidak mau selamanya dikontrol oleh mereka berdua. Bersamamu P, aku ingin kita bekerjasama untuk mengontrol mereka berdua yuk P! ;)

Tentu saja aku tidak bisa mencegah mereka datang P, karena mereka adalah sahabat-sahabatmu. Tapi bersamamu, aku ingin belajar pelan-pelan untuk mengontrol mereka supaya tidak mengganggu aktivitasku, persahabatanku, dan hubunganku dengan orang lain. Bersamamu aku ingin merayakan insecure & moody dengan positif P. ;)

Lalu, aku ingin lebih fokus pada kelebihanmu yang lain. Saat kau datang aku ingin lebih bersahabat dengan rasa peka dan halus. Aku ingin lebih peduli dengan tubuhku. Aku akan memberimu lebih banyak buah dan kalsium P, kau senang kan? hehe :D

P, aku jadi berpikir,kau datang dua minggu dalam 4 minggu. mungkin itu mengapa persaksian kami (perempuan) dihitung setengah ya P, karena memang saat kau datang otakku tidak bisa berpikir jernih. Mungkin itu pula ALLAH mengibaratkanku adalah tulang rusuk yang bengkok. Terlalu keras diingatkan bikin aku patah, terlalu lembut tetap saja bengkok. (Wallahualam) Tapi justru karna kita tulang rusuknya laki-laki maka kita yang paling dekat dengan jantungnya kan P? aiih aiiih aku jadi maluu sendirii :P :P .

Tapi P, mungkin itu pula mengapa Rasulullah berpesan ;

“Wahai para wanita, bersedekahlah dan perbanyak istighfar karena aku melihat penduduk neraka yang kebanyakan adalah kalian.” (HR.Muslim

Astagifirullah P, jangan sampai aku termasuk perempuan yang tidak bisa mengontrol emosinya ya P.. amiin.

P sayang,

mulai hari ini kita bersahabat yuk.. bersamamu aku mau belajar mengontrol emosiku dengan perbanyak istigafar dan sedekah. menjadi perempuan yang lebih baik lagi. Muslimah yang simple dan positif! Bismillaah… semangat! ;)

Hosted on Photoserver.ws

Senin, 26 September 2011

i am

I hate crying in front of people. Not because it’s a sign of weakness, I just don’t think they can handle me at my worst. I don’t want my negative vibe to rub off on others because they deserve to be happy. They will probably think I’m a dumbass for crying over something so stupid which is probably true, but I can’t help it. And if they see me like this, it will make them worry and I don’t want them to worry about me. When I try to explain to them why I’m crying in the first place, I’ll just end up crying even more. I end up drowning in my own tears that they won’t even understand a word I’m saying because I’m bawling more than ever. Then when they try to make me feel better it never helps since all they do is constantly say, “Everything is going to be okay” when that phrase is overrated. I’m not as strong as you think I am.


Hosted on Photoserver.ws

Sabtu, 24 September 2011

semakin keatas aku semakin melihatt
betapa kecilnya aku
betapa tak ada apa2nya akuu
ya Allah


aku semakin sedih dan semakin kecil
semakinnn rendah diri
semakinnn merasa tidak adil
tapi aku tau y Allah
engkau maha adil
aku bersyukur ya Allah atas apa yang aku dapatkan sekarang ini
atas apa yang sudah aku capai


makasih ya allahh engkau memberikan aku kata "cukup"
aku mengerti engkau menyukai kesederhanaan
engkau tidak menyukai berlebih2an dan bermewah2an

tolong ya allah
aku mohon satu saja permintaan
pindahkanlah orang tuaku di palembang ya allah

tolong ya allah
:(
tolong kabulkan doaku


aku nazar ya allah
aku tidak ingin apa2,,
aku cuman ingin tggal sama mama papa ku ya allah
udah lama gg tinggal sama mereka
dri smp ya allah :(

aku pingin jadi anak yang baik buat mereka
berbakti dengan mereka
lebih dekat,,,

menghabiskan waktu dengan mereka
ngurutin papa
pegi sama mama

tolong ya allah
kabulkanlah doa hambamu ini
doa hambamu yg tak pantas ini ya allah :(
tolong ya allah :(

aminnnnn


Hosted on Photoserver.ws

Sabtu, 10 September 2011

CINTA BUTUH DEWASA

Jikalau ku mengenang jejak, ada satu pelajaran berharga yang kudapat: Cinta Butuh Dewasa.

Dulu, aku pertama mengenal cinta yang dapat kupahami secara kasat. Aku mampu memberikan cinta, aku mampu menelepon cinta, aku mampu tertawa bersama cinta. Hingga prahara datang, membordirku dalam bentuk yang tidak lagi kupahami.

Sadar. Cinta telah hilang.

Pernah kutanyakan pada cinta, “apakah engkau membutuhkan aku menjadi dewasa? Sungguh aku tidak dewasa.”

Cinta tersenyum. “Tidak.” Begitu katanya.

Awalnya aku paham cinta adalah jujur, hingga ketika prahara datang bahwa semua adalah dusta. Ternyata, cinta butuh dewasa.

Dewasa datang bak hantu blawu. Seperti gundorowo. Aku takut, aku tak berani menyerangnya. Aku ingin cinta bahagia, makanya aku diam. Aku tahu, cinta butuh dewasa.

Aku berlari ke belakang, aku takut. Aku bingung ketika cinta bilang, “kamu jangan lagi menghubungiku, ya!”

Setelah mendapatkan tempat gelap yang nyaman, aku baru mulai bernafas. Mampu ku dengar nafasku sengal-sengal.

Tempat itu gelap. Pengap. Sunyi. Sepi. Namun aku nyaman. Tempat yang cocok untuk melupakan cinta. Tapi aku salah, cinta selalu ada tak pernah terlupa.

Aku baru tahu bahwa aku masih sayang cinta. Saat mendengar namanya disebut, dadaku berdebar, wajahku merah. Aku rindu. Aku kangen cinta.

Tapi cinta tidak butuh aku. Cinta cuma butuh dewasa. Cinta telah mendapatkan seseorang itu. Cinta sekarang telah bersama dewasa.

Langit biru, awan masih tetap putih. Bias lautan yang terpantul di atmosfir bumi, sungguh keindahan yang selalu ditulis oleh para pujangga. Langit lantas hitam ketika malam bermuara di tepian, ketika cahaya telah lari ke sebelah.

Untuk cinta, aku tetap cinta.


Aku belajar menjadi dewasa. Aku tidak ingin lagi hilang cinta karena dewasa. Karena: CINTA BUTUH DEWASA.



Hosted on Photoserver.ws